Kamis, 14 Mei 2009

interaksi antara guru dan Murid menurut qur'an surat luqman

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Pembelajaran dapat diartikansebagai suatu prosesinteraksi edukatif antara anak didik dengan pendidik.Salahsatu indicator interaksi edukatif adalah apabila interaksi tersebut adalah apabila interaksi tersebut dilaksanakan secara terencana,terkendali,ada sesuatu atau bahan yang akan disampaikandan dapat di evaluasi dalam suatu system.Konsekuensi logisnya,ketika interaksi dilakukan tanpa memperhatikan empat poin diatas,ia tidak memenuhi karakteristikinteraksi edukatif.

Dari pemaparan diatas terlihat bahwa salahsatu permasalahan penting dalam dunia pendidikan adalah komponen pendidikdan murid.Begitu pentingnya interaksi guru dan murid,Alloh memberikan gambaran akan hal tersebut bukan dalam bentuk doktrin (Larangan dan perintah secara langsung),tetapi dalam bentuk kisah yang hidup.Salahsatu kisah yang menggambarkan akan hal tersebut adalah surah al-kahfi ayat 60-82.

B.Rumusan Masalah

Adapun Rumusan masalah nya adalah Bagaimana interaksi antara guru dan murid menurut surat alkahfi ayat 60-82 dan bagaimana analisisnya?

CTujuan Masalah

Tujuan dari makalah ini adalah menemukan dan menganalisis interaksi antara guru dan murid menurut surat alkahfi ayat 60-82

BAB II

INTERAKSI ANTARA GURU DAN MURID

(ANALISIS ATAS SURAH ALKAHFI :60-82)

A.GAMBARAN UMUM SURAH ALKAHFI AYAT 60-62

Secara keseluruhan,surah alkahfi turun berkaitan dengan teguran Alloh kepada rosululloh karena kesediaannya terhadap sikap pemuda-pemuda Quraisy dan sebagai peringataagar apabila berjanji hendaknya selalu mengucapkan Insyaalloh.

Secara Umum,Surah alkahfi ayat 60-82 merupakan kisah yang menggambarkan interaksi antara musa (yang dalam kisah ini berperan sebagai murid)dengan Khidir (Yang berperan sebagai guru) dan kedua tokoh ini menjadi tokoh utama dalam kisah ini.Disamping kedua tokoh ini terdapat pula tokoh pembantu yang dalam konteks kisah tersebut diistilahkan dengan Fata,Shahib Safinah,ghulam dan ahl al-qoryah.Adapun Settingkisahtersebut adalah pesisir pantaidan sebuah perkampunganyang menjadikan kisah ini semakin hidup dan penuh misteri.

Adapun berkaitan dengan pembabakannya,Kisah khidir dan musa dapat dibagi menjadi empat episode :

1.Episode pertama cerita perjalanan musa dengan ditemani yusa’ bin Nun untuk menemukan khidir

2.Episode kedua,kisah yang menggambarkan pertemuan pertama antara musa dan khidir

3.episode ketiga,Perjalanan musa dan Khidir

4.Episode Ke empat adalah episode perpisahan antara musa dan khidir.

B.EPISODE-EPISODE KISAH INTERAKSI ANTARA KHIDIR (GURU) DAN MUSA (MURID) SERTA ANALISISNYA

1.EPISODE PERTAMA (SURAH AL-KAHFI AYAT60-64)

Artinya:

60.” Dan (Ingatlah peristiwa) ketika Musa berkata kepada temannya,Aku tidak akan berhenti berjalan sehingga aku sampai ditempat pertemuan dua laut itu atau aku akan berjalan terus bertahun-tahun.

61.Maka sampailah mereka berdua ketempat pertemuan dua lautitu,(tetapi) lupalah mereka akan hal ikan mereka,lalu ikan itumenggelusur menempuh jalannya dilaut,yang merupakan lorong dibawah tanah.

62.Setelah mereka melampui (tempat itu),berkatalah Musa kepada temannya,’Bawalah makan tengah hari kita,sebenarnya kita lelah dalam perjalanan kita ini.

63.Temannya berkata,’Tahukah apa yang telah terjadi ketika kita beristirahat di Batu besar itu ? Sebenarnya aku lupa terhadap ikan itu dan tidaklah yang menyebabkan aku lupa menceritakan halnyakepadamumelainkan setan;dan ikan itu telah meluncur menempuh jalannya kelaut dengan cara yang menakjubkan.

64.Musa berkata,’Tempat itulah yang kita cari!’merekapun berbalik kesana dengan megikuti jejak mereka sendiri.

ANALISIS EPISODE PERTAMA (SURAH AL-KAHFI AYAT60-64)

a) Asbabun Nujul kenapa musa begitu bersemangat untuk menuntut ilmu adalah teguran Alloh atas kesalahannya.Pada suatu hari Musa ditanya salah seorang Bani Israil :’’Adakah didunia iniyang jauhlebih alim dari anda?”Musa pun menjawab,”Tidak ada!”.Atas jawabannya itu Alloh menegur seraya menginformasikan kepadanya bahwa Alloh mempunyai seorang Hamba yang jauh lebih alim dari Musa dan ia berada di pertemuan dua laut.

Kalau dikaitkan dalam konteks pendidikan,Teguran ini ditujukan kepada para ilmuwan agar jangan sombong akan keilmuwannya karena dalam komunitas lain ada yang memiliki pengetahuan yang lebih daripada dia.artinya setiap orang belum tentu bias memecahkan semua masalah yang dihadapinya.

b) Setelah menyalahi kekeliruannya,Musa berbulat tekad menemui orang yang dimaksud Alloh,walaupun memakan waktu yang lama.akan tetapi musa tidak asal pergi,ia menetapkan target yang jelas,ia akan menempuh perjalanan menuju tempat bertemunya dua lautan.

Musa pun tidak malu,bahwa pada awalnya dia seorang guru di Komunitasnya maka dihadapan Khidir dia berubah posisi menjadi Murid.Dalam kisah ini juga tidak diceritakan usia antara keduanya yang jelas Khidir mempunyai keunggulan dibanding Musa.

Dalam konteks pendidikan,orang yang menuntut ilmu harus menetapkan criteria orang yang akan di gurui nya serta tempat yang menjadi tujuan nya,sehingga ia tidak akan salah arah.Disisi lain,seorang guru utuk terus menerus mencari ilmu dan jangan merasa malu menjadi murid.seorang Guru tidak diukur oleh Usia,akan tetapi yang menjadi ukurannya adalah kelebihan yang dimilikinya.

c)Dalam ayat 61-64 menerangkan tentang perjuangan musa untuk menemukan tempat yang dimaksud,sampai keduanya merasakan lelah.Sampai harus kembali ketempat semula dimana ikan yang dibawanya lepas.Kalau dikaitkan dalam konteks pendidikan bahwa seorang pencari ilmu harus memiliki sikap optimis.Jangan mudah putus asa hanya karena kegagalan.Disamping itu,Rangkaian ayat tersebut juga menuntut para pencari ilmu untuk menjadikan pengetahuan sebagai skala perioritas,yang dalam kisah tersebut digambarkan dengan bersegeranya Musa kembali pada jalan semula tanpa terlebih dahulu makan atau beristirahat.

2.EPISODE KEDUA (SURAH AL-KAHFI AYAT 65-70)

Artinya:

65.”Lalu mereka dapati seorang hamba-hamba Kami yang telah kami karuniakan kepadanya rahmat dari kami,dan Kami telah mengajarinya sejenis ilmu dari sisi Kami.

66.Musa berkata kepadanya,Bolehkah aku mengikutimu,dengan syaratengkau mengajarkanku dari apa yang diajarkan oleh Alloh kepadamu,ilmu yang menjadi petunjukbagiku?’.

67.Ia menjawab,’Sesungguhnya engkau (wahai Musa,sekali-kali tidak akan dapat bersabar bersamaku.

68.dan bagaimana engkau akan sabar terhadap perkara yang engkau tidak mengetahuinya secara utuh?

69.Musa berkata,Insya-alloh Engkau akan dapati aku sebagai orang yang sabar,dan aku tidak akan membantah perintahmu”

70.Ia menjawab,’Jika engkau mengikutiku,maka jangan lah engkau bertanya kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku ceritakan halnya kepadamu.”.

ANALISIS EPISODE KEDUA (SURAH AL-KAHFI AYAT 65-70)

Dari rangkaian kisah yang termaktub pada episode ke II initerdapat beberapa Ibrah yang menarik apabila dikaitkan dengan pendidikan,yaitu :

1. Kode Etik yang berhubungan dengan permohonan menjadi murid.dalam hal ini,hendaknya seorang calon murid memperlihatkan keseriusannya dengan ungkapan sopan dan tawadhu.(lihat 66.Musa berkata kepadanya,Bolehkah aku mengikutimu,dengan syaratengkau mengajarkanku dari apa yang diajarkan oleh Alloh kepadamu,ilmu yang menjadi petunjuk bagiku?’).
2. Guru haruslah Melakukan tes minat dan bakat,walaupun pada akhirnya minatlah yang harus di Utamakan (lihat 67.Ia menjawab,’Sesungguhnya engkau (wahai Musa,sekali-kali tidak akan dapat bersabarbersamaku.)
3. Harus melakukan Kontrak Belajar (Lihat 70.Ia menjawab,’Jika engkau mengikutiku,maka jangan lah engkau bertanya kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku ceritakan halnya kepadamu.”).
4. Menuntut Ilmu perlu waktu yang panjang sehingga tidaklah patut menuntut ilmu dalam waktu yang sebentar sehingga sampai mengobral pertanyaan.
5. Mengangkat asisten untuk menggantikan posisi guru bila berhalangan hadir ,dalam episode ke II dan selanjutnya sosok yusa tidak terlihat lagi,karena tugasnya hanya mengantar sampai bertemu orang yang di cari adapun yusa’ kembali ke komunitasnya untuk menggantikan musa sebagai guru dalam komunitasnya.

3. EPISODE KETIGA (SURAH AL-KAHFI AYAT 71-77)

71.”Lalu berjalanlah keduanya sehingga ketika mereka naik kesebuah perahu,ia membocorkannya.Musa bereaksi ‘Patutkah engkau membocorkannya,sedang akibat perbuatan itu menenggelamkan penumpag-penumpangnya?sesungguhnyaengkau telahmelakukan satu perkara yang besar.

72.ia menjawab ,”Bukankah aku telah katakana,bahwa sekali-kali engkau tidak akan dapat bersabar bersamaku?.

73.Musa berkata,’janganlah engkau memarahiku karena aku lupa (akan syaratmu);dan janganlah engkau memberatikudengan kesukaran dalam urusanku (menuntut Ilmu0.

74.Kemudfian keduanya berkjalan lagisehingga ketika mereka bertemudengan seorang pemuda,ia membunuhny,Musa berkata ‘patutkah engkau membunuh satu jiwa yang bersih yang tidak berdosa?Sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu perbuatan yang mungkar!.

75.ia menjawab,’bukankah aku telah katakana kepadamu,bahwa sekali-kali engkau tidak dapat bersabar bersamaku?

76.musa berkata ,’Jika aku bertanya kepadamu tentang sembarang perkara sesudah itu,maka janganlah engkau jadikan daku sahabatmu lagi;sesungguhnya engkau telah cukup mendapat alas an-alasan berbuat demikian disebabkan pertanyaan-pertanyaan dan bantahanku.’

77.Kemudian keduanya berjalan lagi,sehingga ketika mereka sampai kepada penduduksebuah kampong,mereka meminta makan kepada orang-orang disitu,lalu orang-orang itu enggan menjamu mereka.Kemudian mereka dapati disitu sebuah tembok yang hendak runtuh,lalu ia membangunnya.Musa pun berkata,’Jika engkau mau,tentulah engkau berhak mengambil Upahnya!”.

ANALISIS EPISODE KETIGA (SURAH AL-KAHFI AYAT 71-77)

Dari rangkaian kisah yang termaktub pada episode ke III initerdapat beberapa Ibrah yang menarik apabila dikaitkan dengan pendidikan,yaitu :

a)Perbuatan Khidir dan Penilaian Musa merupakan gambaran : Suatu masalah yang sama jika dilihat darisudut pandang berbeda akan melahirkan pemahaman dan penilaian berbeda pula.Oleh sebab it,secara langsung Khidir mengajarkan kepada Musa agar menilai dirinya bukan dengan paradigma hokum,tetapilah harus menggunakan paradigma bathini.

b)Seorang murid harus tahu diri.Dalam arti,ketika ia berbuat salah,seharusnya ia segera menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada gurunya dengan memperlihatkan kesungguhanya dalam bertobat

c) Kisah tersebut merupakan seruan kepada guru agar dalam mengingatkan muridnya dilakukan secara bijaksana.Khidir tidak menyatakan bahwa penilaian musa terhadap dirinya itu salah,tetapi ia mengatakan ,’’ ’bukankah aku telah katakana kepadamu,bahwa sekali-kali engkau tidak dapat bersabar bersamaku?..Ini mengindikasikanguru agar tidak menyalahkan muridnya secara langsung dan mengakui nilai-nilai kebenaran dari argumentasi yang diajukan sang murid.

d)Ketika seorang murid melakukan pelanggaran,hukuman yag diberikan harus disesuaikan dengan pelanggarannya.Dalam hal ini,Ketika terjadi pelanggaran pertama,khidir mengingatkan dengan ucapan lemah lembut;ketika terjadi pelanggaran yang kedua ,khidir mengingatkan musa dengan agak keras dengan ditambahkan kata Laka;dan ketika terjadi pelanggaran ketiga,Khidir menghukum musa dengan perpisahan,namun demikian ia pun memberikan penjelasan (rahasia,hikmah) semua yang terjadi.

4. EPISODE KEEMPAT (SURAH AL-KAHFI AYAT 71-77)

78. “Ia menjawab, ‘Inilah waktunya perpisahan antara aku denganmu, aku akan terangkan kepadamu maksud (kejadian-kejadian yang dimusykilkan) yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya.

79. Adapun perahu itu adalah: ia milik orang-orang miskin yang bekerja di laut; oleh karena itu, aku bocorkan dengan tujuan hendak mencacatkannya, karena di belakang mereka nanti ada seorang raja yang merampas tiap-tiap perahu yang tidak cacat.

80. Adapun pemuda itu, kedua ibu-bapaknya adalah orang-orang yang beriman, maka kami bimbang bahwa ia akan mendesak mereka melakukan perbuatan zalim dan kufur.

81. Oleh karena itu, kami berharap agar Tuhan mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak tersebut dan lebih mesra dalam kasih-sayangnya (kepada bapak-ibunya).

82. Adapun tembok itu adalah milik dua orang anak yatim di bandar itu; dan di bawahnya ada harta karun mereka; dan bapak mereka adalah orang shalih. Tuhanmu menghendaki supaya mereka cukup umur dan dapat mengeluarkan harta karun itu sebagai satu rahmat dari Tuhanmu (kepada mereka). Dan (ingatlah) aku tidak melakukannya menurut kemauanku sendiri. Demikianlah penjelasan tentang maksud dan tujuan perkara-perkara yang engkau tidak dapat menyabarinya’.”

Dari rangkaian kisah yang termaktub dalam episode keempat ini dapat ditarik beberapa ‘ibrah sebagai berikut:

1. Argumentasi Khidir melubangi perahu dapat mengandung arti bahwa kasus pembocoran perahu merupakan petunjuk bahwa seharusnya seorang guru berupaya mengajarkan kepada murid-muridnya mengenai bagaimana caranya membantu orang-orang lemah. Dengan kata lain, seorang guru harus mengajarkan tidak hanya masalah kognitif, tetapi juga masalah afektif dan psikomotorik yang akan menjadikan seorang murid semakin peka terhadap realitas sosial.

2. Pembunuhan anak bisa diartikan secara majaz, yang memberikan kesan bahwa seorang guru dituntut agar mampu memahami psikologi muridnya seraya membunuh karakter jelek yang terdapat dalam diri murid-muridnya.

3. Sementara mengenai pembangunan dinding, secara tidak langsung menuntut seorang guru agar memperhatikan anak didik-yatim, sebab ia merupakan kanzun yang jika dipelihara dengan baik ia akan menjadi mutiara. Namun jika mereka dibiarkan, setelah besar nanti akan menjadi bumerang bagi kehidupan sosial, karena memang semasa kecilnya tidak pernah mendapat cinta-kasih.

4. Dalam kasus membangun kembali tanpa meminta upah secara langsung memberikan kesan bahwa seorang guru hendaknya ikhlas dalam perjuangannya, sehingga ia dapat berbuat adil terhadap muridnya, apapun kedudukan sosialnya.

BAB III

KESIMPULAN

Secara Umum,Surah alkahfi ayat 60-82 merupakan kisah yang menggambarkan interaksi antara musa (yang dalam kisah ini berperan sebagai murid)dengan Khidir (Yang berperan sebagai guru) dan kedua tokoh ini menjadi tokoh utama dalam kisah ini.Disamping kedua tokoh ini terdapat pula tokoh pembantu yang dalam konteks kisah tersebut diistilahkan dengan Fata,Shahib Safinah,ghulam dan ahl al-qoryah.Setelah dianalisis dapat disimpulkan bahwa :

1. Menjadi ilmuwan janganlah sombong

2. Harus berbulat tekad dalam menuntut ilmu

3. Menetapkan target yang jelas

4. Tolak ukur Guru adalah kelebihan yang dimilikinya bukan Usia

5. Memiliki sikap optimis,tidak mudah putus asa.

6. Memperioritaskan ilmu pengetahuan

7. Kode etik permohonan menjadi murid

8. Guru melakukan tes minat dan bakat.Minat murid harus di perioritaskan.

9. Melakukan kontrak belajar

10. Menuntut ilmu perlu waktu yang panjang

11. Guru Haruslah mengangkat asisten bilamana guru tidak bisa mengajar

12. Harus memiliki Pandangan yang bijaksana

13. Murid harus tahu diri,cepat minta maaf bila salah

14. Guru haruslah bijaksana dalam mengingatkan muridnya

15. Menghukum haruslah disesuaikan dengan pelanggarannya dan secara bertahap.

16. Guru mengajarkan bagaimana caranya untuk membantu orang-orang lemah

17. Guru harus mampu memahami psikologi muridnya

18. Guru harus memperhatikan anak didiknya

19. Guru hendaklah ikhlasdalam perjuangannya

DAFTAR BACAAN

Modul Tafsir Tarbawi,PPS Raden Intan Bandar lampung 2008,almajmu’ DR.(Can) M.Akmansyah,M.Ag.

Selengkapnya...
Diposkan oleh abdul rohim,s.hum

Comments :

0 komentar to “interaksi antara guru dan Murid menurut qur'an surat luqman”


Poskan Komentar